Page 606 - ALKITAB
P. 606

6:9     Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang
               melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir
               memujinya.
       6:10    "Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya,
               dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?"
       6:11    Ke kebun kenari aku turun melihat kuntum-kuntum di lembah, melihat apakah pohon anggur berkuncup dan pohon-
               pohon delima berbunga.
       6:12    Tak sadar diri aku; kerinduanku menempatkan aku di atas kereta orang bangsawan.
       6:13    Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu
               senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?


       7
       7:1     Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, puteri yang berwatak luhur! Lengkung pinggangmu
               bagaikan perhiasan, karya tangan seniman.
       7:2     Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar
               bunga-bunga bakung.
       7:3     Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang.
       7:4     Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu
               seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.
       7:5     Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-
               kepangnya.

       Kenikmatan cinta
       (Kidung Agung 7:6-8:4)

       7:6     Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.
       7:7     Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.
       7:8     Kataku: "Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti
               gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.
       7:9     Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya,
               melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!
       7:10    Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju.
       7:11    Mari, kekasihku, kita pergi ke padang, bermalam di antara bunga-bunga pacar!
       7:12    Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar
               bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!
       7:13    Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja
               dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

       8
       8:1     O, seandainya engkau saudaraku laki-laki, yang menyusu pada buah dada ibuku, akan kucium engkau bila kujumpai
               di luar, karena tak ada orang yang akan menghina aku!
       8:2     Akan kubimbing engkau dan kubawa ke rumah ibuku, supaya engkau mengajar aku. Akan kuberi kepadamu anggur
               yang harum untuk diminum, air buah delimaku.
       8:3     Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.
       8:4     Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum
               diingininya?

       Cinta kuat seperti maut
       (Kidung Agung 8:5-7)

       8:5     Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? --Di bawah pohon apel
               kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan
               engkau.
       8:6     --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut,
               kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
       8:7     Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang
               memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

       Mempelai perempuan dan adiknya
       (Kidung Agung 8:8-10)

       8:8     --Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat
               dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?
       8:9     Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.
   601   602   603   604   605   606   607   608   609   610   611