Page 596 - ALKITAB
P. 596

3:18    Tentang anak-anak manusia aku berkata dalam hati: "Allah hendak menguji mereka dan memperlihatkan kepada
               mereka bahwa mereka hanyalah binatang."
       3:19    Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang
               satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai
               kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia.
       3:20    Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu.
       3:21    Siapakah yang mengetahui, apakah nafas manusia naik ke atas dan nafas binatang turun ke bawah bumi.
       3:22    Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu
               adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?

       4
       4:1     Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas
               dan tak ada yang menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan.
       4:2     Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih bahagia dari pada orang-orang
               hidup, yang sekarang masih hidup.
       4:3     Tetapi yang lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang belum melihat
               perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari.
       4:4     Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap
               yang lain. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
       4:5     Orang yang bodoh melipat tangannya dan memakan dagingnya sendiri.
       4:6     Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.

       Kesia-siaan dalam hidup
       (Pengkhotbah 4:7-16)

       4:7     Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari:
       4:8     ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-
               lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? --Inipun
               kesia-siaan dan hal yang menyusahkan.
       4:9     Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.
       4:10    Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai
               orang lain untuk mengangkatnya!
       4:11    Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?
       4:12    Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.
       4:13    Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh, yang tak mau diberi
               peringatan lagi.
       4:14    Karena dari penjara orang muda itu keluar untuk menjadi raja, biarpun ia dilahirkan miskin semasa pemerintahan
               orang yang tua itu.
       4:15    Aku melihat semua orang yang hidup di bawah matahari berjalan bersama-sama dengan orang muda tadi, yang akan
               menjadi pengganti raja itu.
       4:16    Tiada habis-habisnya rakyat yang dipimpinnya, namun orang yang datang kemudian tidak menyukai dia. Oleh sebab
               itu, inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

       Takutlah akan Allah
       (Pengkhotbah 5:1-5)


       5
       5:1     Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan
               Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.
       5:2     Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh
               banyak perkataan.
       5:3     Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-
               orang bodoh. Tepatilah nazarmu.
       5:4     Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.
       5:5     Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau
               khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?

       Kesia-siaan kekayaan
       (Pengkhotbah 5:6-6:12)

       5:6      Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.
       5:7     Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa, janganlah
               heran akan perkara itu, karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih
               tinggi mengawasi mereka.
   591   592   593   594   595   596   597   598   599   600   601