Page 496 - ALKITAB
P. 496

24:10  Dengan telanjang mereka berkeliaran, karena tidak ada pakaian, dan dengan kelaparan mereka memikul berkas-
               berkas gandum;
       24:11  di antara dua petak kebun mereka membuat minyak, mereka menginjak-injak tempat pengirikan sambil kehausan.
       24:12  Dari dalam kota terdengar rintihan orang-orang yang hampir mati dan jeritan orang-orang yang menderita luka,
               tetapi Allah tidak mengindahkan doa mereka.
       24:13  Ada lagi golongan yang memusuhi terang, yang tidak mengenal jalannya dan tidak tetap tinggal pada lintasannya.
       24:14  Pada parak siang bersiaplah si pembunuh, orang sengsara dan miskin dibunuhnya, dan waktu malam ia berlaku
               seperti pencuri.
       24:15  Orang yang berzinah menunggu senja, pikirnya: Jangan seorangpun melihat aku; lalu dikenakannya tudung muka.
       24:16  Di dalam gelap mereka membongkar rumah, pada siang hari mereka bersembunyi; mereka tidak kenal terang,
       24:17  karena kegelapan adalah pagi hari bagi mereka sekalian, dan mereka sudah biasa dengan kedahsyatan kegelapan.
       24:18  Mereka hanyut di permukaan air, bagian mereka terkutuk di bumi; mereka tidak lagi pergi ke kebun anggur mereka.
       24:19  Air salju dihabiskan oleh kemarau dan panas, demikian juga dilakukan dunia orang mati terhadap mereka yang
               berbuat dosa.
       24:20  Rahim ibu melupakan dia, berenga mengerumitnya, ia tidak diingat lagi: kecurangan dipatahkan seperti pohon kayu.
       24:21  Ia menjarahi perempuan mandul, yang tidak beranak, dan tidak berbuat baik terhadap seorang janda,
       24:22  bahkan menyeret orang-orang perkasa dengan kekuatannya; ia bangun kembali, tetapi hidupnya tidak terjamin.
       24:23  Allah memberinya keamanan yang menjadi sandarannya, dan mengawasi jalan-jalannya.
       24:24  Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu,
               mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.
       24:25  Jikalau tidak demikian halnya, siapa berani menyanggah aku dan meniadakan perkataanku?"

       Pendapat Bildad, bahwa tidak seorangpun benar di hadapan Allah
       (Ayub 25:1-6)

       25
       25:1    Maka Bildad, orang Suah, menjawab:
       25:2    "Kekuasaan dan kedahsyatan ada pada Dia, yang menyelenggarakan damai di tempat-Nya yang tinggi.
       25:3    Dapatkah dihitung pasukan-Nya? Dan siapakah yang tidak disinari terang-Nya?
       25:4    Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?
       25:5    Sesungguhnya, bahkan bulanpun tidak terang dan bintang-bintangpun tidak cerah di mata-Nya.
       25:6    Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!"

       Jawab Ayub: Siapa dapat mengerti kebesaran Allah?
       (Ayub 26:1-14)

       26
       26:1    Tetapi Ayub menjawab:
       26:2    "Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya!
       26:3    Alangkah baiknya nasihatmu kepada orang yang tidak mempunyai hikmat, dan pengertian yang kauajarkan dengan
               limpahnya!
       26:4    Atas anjuran siapakah engkau mengucapkan perkataan-perkataan itu, dan gagasan siapakah yang kaunyatakan?
       26:5    Roh-roh di bawah menggeletar, demikian juga air dan penghuninya.
       26:6    Dunia orang mati terbuka di hadapan Allah, tempat kebinasaanpun tidak ada tutupnya.
       26:7    Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan.
       26:8    Ia membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek.
       26:9    Ia menutupi pemandangan takhta-Nya, melingkupinya dengan awan-Nya.
       26:10  Ia telah menarik garis pada permukaan air, sampai ujung perbatasan antara terang dan gelap;
       26:11  tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya.
       26:12  Ia telah meneduhkan laut dengan kuasa-Nya dan meremukkan Rahab dengan kebijaksanaan-Nya.
       26:13  Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang tangkas.
       26:14  Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-
               Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?"

       Tidak ada harapan bagi orang fasik
       (Ayub 27:1-23)


       27
       27:1    Maka Ayub melanjutkan uraiannya:
       27:2    "Demi Allah yang hidup, yang tidak memberi keadilan kepadaku, dan demi Yang Mahakuasa, yang memedihkan
               hatiku,
       27:3    selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku,
       27:4    maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya.
       27:5    Aku sama sekali tidak membenarkan kamu! Sampai binasa aku tetap mempertahankan bahwa aku tidak bersalah.
       27:6    Kebenaranku kupegang teguh dan tidak kulepaskan; hatiku tidak mencela seharipun dari pada umurku.
   491   492   493   494   495   496   497   498   499   500   501