Page 1109 - ALKITAB
P. 1109

Peringatan supaya jangan murtad
       (Ibrani 5:11-6:8)

       5:11    Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban
               dalam hal mendengarkan.
       5:12    Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi
               diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
       5:13    Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
       5:14    Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk
               membedakan yang baik dari pada yang jahat.

       6
       6:1     Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada
               perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-
               sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
       6:2     yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman
               kekal.
       6:3     Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya.
       6:4     Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat
               bagian dalam Roh Kudus,
       6:5     dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
       6:6     namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka
               menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
       6:7     Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan
               yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
       6:8     tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk,
               yang berakhir dengan pembakaran.

       Berpegang teguh pada pengharapan
       (Ibrani 6:9-20)

       6:9     Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa
               kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.
       6:10    Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-
               Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.
       6:11    Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan
               pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,
       6:12    agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat
               bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.
       6:13    Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada
               orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,
       6:14    kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat
               banyak."
       6:15    Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
       6:16    Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang
               mengakhiri segala bantahan.
       6:17    Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah
               mengikat diri-Nya dengan sumpah,
       6:18    supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari
               perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
       6:19    Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
       6:20    di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar
               sampai selama-lamanya.

       Kristus dan Melkisedek
       (Ibrani 7:1-10)


       7
       7:1     Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika
               Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.
       7:2     Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah
               pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.
       7:3     Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena
               ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
   1104   1105   1106   1107   1108   1109   1110   1111   1112   1113   1114