Page 574 - ALKITAB
P. 574

Tujuan Amsal ini
       (Amsal 1:1-7)
       1


       1:1     Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel,
       1:2     untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna,
       1:3     untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran,
       1:4     untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada
               orang muda--
       1:5     baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan
               pertimbangan--
       1:6     untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.
       1:7     Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

       Nasihat dan peringatan

       (Amsal 1:8-19)

       1:8     Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu
       1:9     sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.
       1:10    Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut;
       1:11    jikalau mereka berkata: "Marilah ikut kami, biarlah kita menghadang darah, biarlah kita mengintai orang yang tidak
               bersalah, dengan tidak semena-mena;
       1:12    biarlah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang
               kubur;
       1:13    kita akan mendapat pelbagai benda yang berharga, kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan;
       1:14    buanglah undimu ke tengah-tengah kami, satu pundi-pundi bagi kita sekalian."
       1:15    Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka,
       1:16    karena kaki mereka lari menuju kejahatan dan bergegas-gegas untuk menumpahkan darah.
       1:17    Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,
       1:18    padahal mereka menghadang darahnya sendiri dan mengintai nyawanya sendiri.
       1:19    Demikianlah pengalaman setiap orang yang loba akan keuntungan gelap, yang mengambil nyawa orang yang
               mempunyainya.

       Nasihat hikmat
       (Amsal 1:20-33)

       1:20    Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,
       1:21    di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.
       1:22    "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih
               gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?
       1:23    Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan
               memberitahukan perkataanku kepadamu.
       1:24    Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan
               tanganku,
       1:25    bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
       1:26    maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
       1:27    apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila
               kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.
       1:28    Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku,
               tetapi tidak akan menemukan aku.
       1:29    Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN,
       1:30    tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku,
       1:31    maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.
       1:32    Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh
               kelalaiannya.
       1:33    Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka."
   569   570   571   572   573   574   575   576   577   578   579