Page 482 - ALKITAB
P. 482
Ayub
Kesalehan Ayub dicoba 1:1-2:13
Keluh kesah Ayub 3:1-26
Elifas menegur Ayub 4:1-5:27
Ayub kecewa terhadap sahabat-sahabatnya 6:1-30
Hidup itu berat 7:1-21
Bildad membela keadilan hukuman Allah 8:1-22
Jawab Ayub: Tidak seorangpun dapat bertahan di hadapan Allah 9:1-35
Apakah maksud Allah dengan penderitaan? 10:1-22
Anjuran Zofar supaya Ayub merendahkan diri di hadapan Allah 11:1-20
Ayub mengakui kekuasaan dan hikmat Allah 12:1-25
Ayub membela perkaranya di hadapan Allah 13:1-28
Setelah mati tidak ada harapan lagi 14:1-22
Pendapat Elifas bahwa orang fasik akan binasa 15:1-35
Ayub mengeluh tentang perlakuan Allah 16:1-17:16
Pendapat Bildad, bahwa orang fasik pasti akan binasa 18:1-21
Ayub yakin bahwa Allah akan memihak kepadanya 19:1-29
Pendapat Zofar, bahwa sesudah kemujuran sebentar, orang fasik akan binasa 20:1-29
Pendapat Ayub, bahwa kemujuran orang fasik kelihatannya tahan lama 21:1-34
Elifas menganjurkan, supaya Ayub bertobat dari pada dosanya yang besar 22:1-30
Ayub ingin membela diri di hadapan Allah 23:1-17
Allah seakan-akan acuh tak acuh terhadap kejahatan 24:1-25
Pendapat Bildad, bahwa tidak seorangpun benar di hadapan Allah 25:1-6
Jawab Ayub: Siapa dapat mengerti kebesaran Allah? 26:1-14
Tidak ada harapan bagi orang fasik 27:1-23
Manusia tidak dapat menemukan hikmat 28:1-28
Kemuliaan yang dahulu dan kesengsaraan yang sekarang 29:1-25
Sengsara yang dialami 30:1-31
Sekali lagi Ayub mengaku tidak bersalah 31:1-40
Elihu merasa juga berhak untuk mengemukakan pendapat 32:1-22
Allah berfirman kepada manusia dengan berbagai-bagai cara 33:1-33
Allah tidak berlaku curang 34:1-37
Allah memperhatikan penderitaan manusia 35:1-16
Tujuan sengsara ialah pertobatan 36:1-33
Kemuliaan Allah di alam semesta 37:1-24
Kekuasaan TUHAN di alam semesta 38:1-39:33
Ayub merendahkan diri di hadapan Allah 39:34-38
TUHAN menantang Ayub 40:1-9
Lukisan tentang kuda Nil 40:10-19
Lukisan tentang buaya 40:20-41:25
Ayub mencabut perkataannya dan menyesalkan diri 42:1-6
Keadaan Ayub dipulihkan 42:7-17

