Page 475 - ALKITAB
P. 475

Ester diangkat menjadi ratu
       (Ester 2:1-18)

       2
       2:1     Sesudah peristiwa-peristiwa ini, setelah kepanasan murka raja Ahasyweros surut, terkenanglah baginda kepada
               Wasti dan yang dilakukannya, dan kepada apa yang diputuskan atasnya.
       2:2     Maka sembah para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Hendaklah orang mencari bagi raja gadis-gadis, yaitu
               anak-anak dara yang elok rupanya;
       2:3     hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua
               gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai,
               sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka.
       2:4     Dan gadis yang terbaik pada pemandangan raja, baiklah dia menjadi ratu ganti Wasti." Hal itu dipandang baik oleh
               raja, dan dilakukanlah demikian.
       2:5     Pada waktu itu ada di dalam benteng Susan seorang Yahudi, yang bernama Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish,
               seorang Benyamin
       2:6     yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia
               diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel.
       2:7     Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu
               elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.
       2:8     Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah
               pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para
               perempuan.
       2:9     Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera
               memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi
               istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai
               perempuan.
       2:10    Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, karena dilarang oleh Mordekhai.
       2:11    Tiap-tiap hari berjalan-jalanlah Mordekhai di depan pelataran balai perempuan itu untuk mengetahui bagaimana
               keadaan Ester dan apa yang akan berlaku atasnya.
       2:12    Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat
               menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk
               pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak
               kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.
       2:13    Lalu gadis itu masuk menghadap raja, dan segala apa yang dimintanya harus diberikan kepadanya untuk dibawa
               masuk dari balai perempuan ke dalam istana raja.
       2:14    Pada waktu petang ia masuk dan pada waktu pagi ia kembali, tetapi sekali ini ke dalam balai perempuan yang kedua,
               di bawah pengawasan Saasgas, sida-sida raja, penjaga para gundik. Ia tidak diperkenankan masuk lagi menghadap
               raja, kecuali jikalau raja berkenan kepadanya dan ia dipanggil dengan disebutkan namanya.
       2:15    Ketika Ester--anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak--mendapat giliran
               untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh
               Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang
               melihat dia.
       2:16    Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh--
               yakni bulan Tebet--pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda.
       2:17    Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda
               lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan
               mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.
       2:18    Kemudian diadakanlah oleh baginda suatu perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya, yakni perjamuan
               karena Ester, dan baginda menitahkan kebebasan pajak bagi daerah-daerah serta mengaruniakan anugerah,
               sebagaimana layak bagi raja.

       Mordekhai mengetahui suatu sekongkolan
       (Ester 2:19-23)

       2:19    Selama anak-anak dara dikumpulkan untuk kedua kalinya, Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja.
       2:20    Adapun Ester tidak memberitahukan asal usul dan kebangsaannya seperti diperintahkan kepadanya oleh Mordekhai,
               sebab Ester tetap berbuat menurut perkataan Mordekhai seperti pada waktu ia masih dalam asuhannya.
       2:21    Pada waktu itu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-
               sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, lalu berikhtiarlah mereka untuk membunuh raja Ahasyweros.
       2:22    Tetapi perkara itu dapat diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannyalah kepada Ester, sang ratu, dan Ester
               mempersembahkannya kepada raja atas nama Mordekhai.
       2:23    Perkara itu diperiksa dan ternyata benar, maka kedua orang itu disulakan pada tiang. Dan peristiwa itu dituliskan di
               dalam kitab sejarah, di hadapan raja.
   470   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480